Jumat, 09 April 2010

Analisis Produk Pocari Sweat






M.Husnul Fuadi 20206646



U N I V E R S I T A S G U N A D A R M A

DEPOK

APRIL

2010





Profil Singkat

Pocari Sweat merupakan minuman kesehatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Otsuka (Filipina) Pharmaceutical Incorporated (OPPI). Pocari Sweat pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1980 dan sejak itu telah menjadi favorit bagi konsumen Jepang. Minuman kesehatan ini merupakan minuman isotonik yang dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keluarnya keringat. Hari ini, Pocari Sweat dinikmati oleh konsumen di 14 negara di seluruh dunia, termasuk Korea, Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Cina, Thailand dan Uni Emirat Arab.

Pocari Sweat mulai masuk di pasar Indonesia pada tahun 1989 dan dikembangkan oleh PT. Amerta Indah Otsuka (AIO). Pada tahun 1991, pabrik Pocari Sweat didirikan di Lawang (Malang, Jawa Timur) untuk melayani kebutuhan pasar di Indonesia. Kemudian pada bulan Januari 2004, terjadi pemindahan pabrik ke Sukabumi, Jawa Barat hingga saat ini.

Pada awal masuknya ke Indonesia, Pocari Sweat mengalami masa sulit, kerugian selama lebih dari 10 tahun hingga pada tahun 2002, perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Hal ini disebabkan pada saat awal penetrasi di Indonesia, persepsi masyarakat masih kabur terhadap produk, yang saat itu Pocari Sweat merupakan pelopor dari produk minuman isotonik Indonesia. Saat ini pemain di pasar minuman isotonik di Indonesia tidak lagi hanya Pocari Sweat, banyak pemain yang juga telah masuk dan bersaing di pasar ini, seperti Mizone, Powerade, Vitazone, Fatigon Hydro, dll. Sejak awal terbentuknya di Indonesia hingga kini, pasar minuman isotonik telah mengalami perubahan seiring dengan ketatnya persaingan yang ada. Pada akhirnya, karya tulis ini akan membahas pengembangan produk Pocari Sweat di tengah persaingan yang ada, secara khusus dipandang dari konsep manajemen pemasaran.


Analisis Situasi

Current Position

Saat ini terdapat sejumlah pemain untuk kategori produk minuman isotonik. Berdasarkan data dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan/ BPOM, terdapat 83 produk minuman isotonik yang terdaftar di BPOM dengan sekitar 31 merek. Kemudian dari merek-merek tersebut dapat dipersempit kembali menjadi lima besar merek-merek top di pasar minuman isotonik Indonesia.

Pengukuran terhadap kekuatan merek atau Top Brand Index (TBI) tersebut berdasarkan hasil survei dari Frontier Consulting Group. Pengukuran ini menggunakan tiga parameter, yaitu mind share, market share, dan commitment share. Mind share mengindikasikan kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk bersangkutan. Market share menunjukkan kekuatan merek di dalam pasar tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen. Commitment share menjelaskan kekuatan merek dalam mendorong konsumen untuk membeli merek terkait di masa mendatang.

Tabel 1.1 TOP BRAND INDEX 2008

(Kategori Minuman Isotonik)

Merek

TBI

Pocari Sweat

53.4 %

Mizone

38.7 %

Vita Zone

4.8 %

Powerade

0.6 %

Optima Sweat

0.5 %

Sumber: Produk Komplemen BPOM, http://www.pom.go.id/

Berdasarkan hasil survei diatas, maka dapat dilihat bahwa saat ini di pasar minuman isotonik masih dipimpin oleh Pocari Sweat (53.4%) dengan pertumbuhan penjualan selama dalam tiga tahun terkahri (2006 hingga 2008) berhasil melampaui rata-rata industrinya yaitu sekitar 30 – 40 %. Dengan kondisi tersebut, Pocari Sweat saat ini berada di posisi market leader dengan market share sekitar 50%.

Market Summary

Secara umum, minuman isotonik termasuk dalam industri makanan dan minuman, dimana sejak tahun 2002 industri ini selalu tumbuh dengan dua digit selain itu, di kala krisis global industri ini pun tetap mengalami pertumbuhan (14,9%). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan industri makanan dan minuman berturut-turut: 13,5% (2004); 20,1% (2005); 31% (2006); 17,5% (2007); dan 14,9% (2008), dengan total nilai pasar sekitar Rp 500 T.

Pasar minuman isotonik tergolong kategori baru dengan nilai pasar sekitar Rp 1,5 T, sehingga terdapat cukup banyak potensi yang dapat digarap di dalamnya. Kemudian, ditambah pula dengan potensi pasar Indonesia yang besar yaitu sekitar 239 juta penduduk. Oleh karena itu, secara keseluruhan pasar dari minuman isotonik dapat dikatakan menjanjikan.

Analisis SWOT

Strength

Weakness

· Kapasitas produksi yang besar (di atas 100 juta liter per tahun).

· Distribution channel yang telah terbangun sejak tahun 1990-an.

· Transfer knowledge, edukasi konsumen yang telah terbangun sejak tahun 1990-an menciptakan konsumen yang loyal.

· Keikutsertaan perusahaan dalam aktivitas sosial yang secara tidak langsung memperkuat citra Pocari Sweat di masyarakat Indonesia.

· Sudah memiliki established relationship dengan event-event olahraga internasional.

· Kurangnya pemahaman produk dari distribution channel, khususnya traditional channel yang umumnya menaruh Pocari Sweat sejajar dengan minuman energi bahkan minuman ringan.

Opportunities

· Pasar masih dalam tahap growth, sehingga potensinya masih terbuka lebar.

· Sejauh ini, inovasi produk dari minuman isotonik hanya bersifat incremental sehingga masih terbuka kesempatan untuk pengembangan produk.

· Persepsi masyarakat bahwa Pocari Sweat memiliki kemampuan medis untuk membantu proses penyembuhan..

Threats

· Barriers to entry rendah, dimana akses bahan baku mudah dan relatif murah.

· Kompetitor baru dari perusahaan yang telah bergerak di bidang makanan & minuman sebelumnya, sehingga dapat memanfaatkan jalur distribusi yang telah ada.

· Konsumen semakin selektif, mudah untuk melakukan switching bahkan ke minuman kesehatan lainnya.

· Isu kesehatan: keamanan jangka panjang bila mengkonsumsi minuman isotonik, terkait isu bahan alami dan bahan pengawet.

Competition

Adapun pemetaan dari lima merek top di Indonesia dalam pasar minuman isotonik adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2

Pemetaan 5 Top Brand Minuman Isotonik

Merek

Produsen

Harga

Ukuran

Rasa

Kemasan

Channel Distribusi

Pocari Sweat

PT. Amerta Indah Otsuka

Rp 5.300,- (botol)

Rp 4.500,- (kaleng)

Rp 1.400,- (sachet)

550 ml (botol)

330 ml (kaleng)

15 gr (sachet)

Citrus

Botol, Kaleng & sachet

Modern & traditional channel

Mizone

Aqua Danone

Rp. 2.500,-

500 ml

Orange Lime. Lecce lemon & Passion Fruit

Botol

Modern & traditional channel

Vitazone

Mayora Indah

Rp. 3.000,-

500 ml

Citrus dengan cool ice

Botol

Modern & traditional channel

Powerade

Coca Cola Indonesia

Rp 3.200,-

330 ml

Jeruk Bali

Kaleng

Modern channel

Optima Sweat

PT. Nara Vini Eka Beverages

Rp. 3.375,-

330 ml

Guava

Kaleng

Modern channel

Sumber: http://www.scribd.com/doc/8966339/A-Quasi-At

Berdasarkan tabel diatas, dapat dirumuskan persaingan di pasar minuman isotonik ditinjau dari konsep marketing mix (Produk, Harga, Promosi, dan Distribusi). Minuman isotonik merupakan produk yang tergolong baru di dalam industri minuman kesehatan dimana Pocari Sweat sendiri merupakan pelopor dari minuman isotonik di Indonesia dan hingga kini masih sebagai pemimpin pasar. Akan tetapi meski begitu, penting bagi Pocari Sweat untuk tetap mengawasi pergerakkan para pesaing. Oleh karena dalam industri ini peluang masih terbuka lebar, dimana permintaan terus tumbuh. Pada kenyataannya, sampai sejauh ini dari sisi produk, para pemain minuman isotonik tidak menawarkan manfaat yang bervariasi, secara umum manfaat sebatas pengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas. Variasi yang ada sejauh ini bersifat incremental, misalnya penambahan vitamin, rasa, dan kemasan.

Selain itu, dari sisi harga, pesaing yang ada kebanyakan menyerbu pasar minuman isotonik dengan harga yang relatif lebih murah dibanding Pocari Sweat. Kompetisi di segmen menengah ke bawah ini, untuk saat ini belum dirambah sepenuhnya oleh Pocari Sweat. Hal tersebut terkait dengan keputusan strategis yang diambil oleh manajemen bahwa Pocari Sweat tidak bersaing dari segi harga namun dari segi nilai dan manfaat produk. Akan tetapi, dalam rangka untuk tetap mengimbangi minuman isotonik merek lain yang harganya lebih murah, Pocari Sweat ukuran botol telah diluncurkan ke pasar dan diperkirakan produksinya akan bertambah.

Dari sisi promosi, Pocari Sweat menetapkan strategi komunikasi pemasaran yang bersifat edukatif, mengandalkan transfer product knowledge pada konsumen. Hal inilah yang masih memegang kunci dalam komunikasi pemasaran dari Pocari Sweat, yang juga memiliki keunggulan dibanding para pesaing karena kegiatan ini telah lebih dulu dilakukan Pocari Sweat dengan posisinya sebagai pelopor.

Sementara itu, media iklan-lah yang menjadi semacam medan pertempuran dari pemain minuman isotonik di Indonesia. Hal ini terkait dengan strategi untuk meningkatkan brand awareness dari konsumen terhadap merek lain selain Pocari Sweat. Secara kasat mata melalui media iklan ini, dapat dilihat bahwa dalam persaingan minuman isotonik terdapat perbedaan segmen masyarakat yang dituju oleh para pemain. Pocari Sweat lebih banyak memposisikan diri sebagai minuman olahraga dan minuman kesehatan untuk keluarga. Sedangkan, kebanyakan pesaing memposisikan diri sebagai minuman pemulih energi untuk kalangan muda yang sedang studi dan bekerja, disini jarang ditampilkan minuman isotonik sebagai minuman untuk keluarga.

Dari sisi distribusi, hampir semua pemain di pasar minuman isotonik menggunakan channel distribution modern dan tradisional. Dalam hal ini, terlihat kesamaan cara pandang untuk membentuk persepsi konsumen bahwa minuman isotonik sebagai minuman konsumsi sehari-hari dan bukan minuman yang bersifat ocassional. Di tengah persaingan yang kompetitif inilah, Pocari Sweat yang telah membangun jalur distribusi sejak tahun 1990-an harus menghadapi para pesaing yang memanfaatkan jalur distribusi mereka dari produk lain (diluar minuman isotonik) yang telah ada (mis: Aqua-Danone dengan Mizone, Mayora dengan Vitazone, dll)


Marketing Strategy

Target Market

Target pasar yang dituju oleh Pocari Sweat terbagi dalam dua segmen inti yaitu:

· Kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivitas yang dinamis dan memiliki kepedulian akan kesehatan dan penampilan. Ini terlihat dari komunikasi pemasaran yang menampilkan talent yang masih berusia muda dan berprestasi di bidang olahraga dan entertainment.

· Keluarga, khususnya membidik keluarga dari pasangan muda yang cenderung terbuka dengan berbagai produk kesehatan di luar herbal. Ini terlihat dari kemasan produk family ukuran 1L dan 2L. Dalam komunikasi pemasarannya, pasar dididik untuk menyadari bahwa dalam aktivitas sehari-hari mengkonsumsi air putih saja tidaklah cukup.

Positioning

Positioning dari Pocari Sweat sejauh ini adalah minuman pengganti cairan tubuh dan mineral yang hilang selama beraktivitas. Hal ini cenderung memiliki kesamaan dengan manfaat yang ditawarkan oleh merek lainnya. Akan tetapi, secara lebih spesifik positioning dari Pocari Sweat dapat dijumpai dalam tagline berikut ini:

· “Minuman isotonik guna menggantikan cairan tubuh yang hilang setiap harinya”. Penggalan kalimat yang hilang setiap harinya member penegasan bahwa Pocari Sweat penting untuk diminum setiap hari meski tidak disertai dengan aktivitas yang berat.

· Minuman isotonik yang sesuai untuk kegiatan-kegiatan olahraga, terlihat dari penggunaan talent olahragawan di media iklan dan keikutsertaan dalam kompetisi-kompetisi olahraga.


Senin, 05 April 2010

Analisa SWOT

SWOT adalah singkatan yg diambil dari huruf depan kata Strength, Weakness, Opportunity dan Threat, yg dalam bahasa Indonesia mudahnya diartikan sbg Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
Metoda analisa SWOT bisa dianggap sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman.
Jika digunakan dgn benar, analisa SWOT akan membantu kita utk melihat sisi-sisi yg terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Berikut ini adalah contoh sederhana analisa SWOT yg dibuat oleh seorang cowok SMA saat ingin mulai aktivitas 'pacaran'.
Kekuatan
- Tampang saya cukup lumayan, otak juga gak bodo-bodo banget (3 besar di kelas)
- Selama ini punya cukup uang utk jajan, nonton, beli alat musik dan beli komik
Kelemahan
- Tidak percaya diri, masih ada minder terutama jika bertemu cewek yg agresif
- Tidak punya kendaraan pribadi
Peluang
- Punya banyak teman yg punya adik cewek cantik
- Di kelas, masih banyak murid cewek yg belum punya pacar
Ancaman
- Cowok dari kelas lain banyak yg ngeceng ke kelas gue
- dst

(Contoh di atas hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan mohon dimaafkan)
Utk membantu membedakan apakah suatu hal digolongkan ke dalam kekuatan ataukah peluang bisa dilakukan dgn cara melihat asal dari suatu hal tsb.
Kembali ke contoh di atas, jika si cowok tsb ingat bahwa dia punya klub band, akan digolongkan kemanakah? Kekuatan atau peluang?
Ketika dia melihat bahwa klub band adalah sesuatu yg berasal dari luar dirinya, maka ia segera menggolongkan keberadaan klub band sbg peluang (yg harus ia manfaatkan tentunya).
Dgn kondisi SWOT seperti di atas, kira-kira apa hasil dari analisa-nya. Apa arahan langkah yg harus diambil oleh si cowok SMA tadi saat memulai kegiatan pacaran?
1. Tabung uang yg ia miliki utk beli motor buat modal pacaran
2. Hindari cari pacar di kelasnya, mending cari adik cewek temannya (masih lebih gampang diboongin, he he he)
3. Lebih rajin latihan Band dan cari kesempatan utk manggung sehingga lebih terkenal dan jadi rebutan cewek
4. Rajin gaul supaya berkurang mindernya
(sekali lagi, rekomendasi ini juga fiktif belaka...)
Hal penting yg harus diingat selama menggunakan analisa SWOT adalah semua yg dituliskan haruslah jujur dan berdasarkan fakta. Bayangkan jika si cowok di atas hanya berandai-andai bahwa ia punya cukup uang jajan, maka arahan utk menabung uang jajan buat beli motor pun jadi tidak berguna.
Berikut ini dijelaskan tambahan hal-hal yg biasanya menjadi:
• Kekuatan:
1. Knowledge atau kepakaran yg dimiliki
2. Produk baru atau pelayanan yg unik
3. Lokasi tempat perusahaan berada
4. Kualitas produk atau proses
• Kelemahan:
1. Kurangnya pengetahuan marketing
2. Produk yg tidak dapat dibedakan dgn produk kompetitor
3. Lokasi perusahaan yg terpencil
4. Kualitas produk yg jelek
5. Reputasi yg buruk
• Peluang:
1. Pasar yg berkembang
2. Penggabungan 2-3 perusahaan atau aliansi
3. Segmen pasar yg baru
4. Pasar internasional
5. Pasar yg luang karena kompetitor yg tidak sanggup memenuhi permintaan customer
• Ancaman:
1. Kompetitor baru di area yg sama
2. Persaingan harga dgn kompetitor
3. Kompetitor mengeluarkan produk baru yg inovatif
4. Kompetitor memegang pangsa pasar terbesar
5. Diperkenalkannya pajak penjualan

Perhatian:

1. SWOT analysis bisa sangat-sangat subjective. Bisa saja terjadi 2 orang menganalisa 1 perusahaan yg sama menghasilkan SWOT yg berbeda. Dgn demikian, hasil analisa SWOT hanya boleh digunakan sbg arahan dan bukan pemecahan masalah.
2. Pembuat analisa harus sangat-sangat realistis dalam menjabarkan kekuatan dan kelemahan internal. Kelemahan yg disembunyikan atau kekuatan yg tidak terjabarkan akan membuat arahan strategi menjadi tidak bisa digunakan
3. Analisa harus didasarkan atas kondisi yg sedang terjadi dan bukan situasi yg seharusnya terjadi
4. Hindari ”grey areas”. Utk memudahkan membedakan antara kekuatan dan kelemahan, selalu hubungkan situasi yg dihadapi dgn persaingan yg sedang berjalan. Apakah perusahaan Anda lebih baik dari kompetitor atau tidak?
5. Hindari kerumitan yg tidak perlu dan analisa yg berlebihan. Buatlah analisa SWOT sesingkat dan sesederhana mungkin
Profil Singkat
Pocari Sweat merupakan minuman kesehatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Otsuka (Filipina) Pharmaceutical Incorporated (OPPI). Pocari Sweat pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1980 dan sejak itu telah menjadi favorit bagi konsumen Jepang. Minuman kesehatan ini merupakan minuman isotonik yang dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keluarnya keringat. Hari ini, Pocari Sweat dinikmati oleh konsumen di 14 negara di seluruh dunia, termasuk Korea, Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Cina, Thailand dan Uni Emirat Arab.
Pocari Sweat mulai masuk di pasar Indonesia pada tahun 1989 dan dikembangkan oleh PT. Amerta Indah Otsuka (AIO). Pada tahun 1991, pabrik Pocari Sweat didirikan di Lawang (Malang, Jawa Timur) untuk melayani kebutuhan pasar di Indonesia. Kemudian pada bulan Januari 2004, terjadi pemindahan pabrik ke Sukabumi, Jawa Barat hingga saat ini.
Pada awal masuknya ke Indonesia, Pocari Sweat mengalami masa sulit, kerugian selama lebih dari 10 tahun hingga pada tahun 2002, perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Hal ini disebabkan pada saat awal penetrasi di Indonesia, persepsi masyarakat masih kabur terhadap produk, yang saat itu Pocari Sweat merupakan pelopor dari produk minuman isotonik Indonesia. Saat ini pemain di pasar minuman isotonik di Indonesia tidak lagi hanya Pocari Sweat, banyak pemain yang juga telah masuk dan bersaing di pasar ini, seperti Mizone, Powerade, Vitazone, Fatigon Hydro, dll. Sejak awal terbentuknya di Indonesia hingga kini, pasar minuman isotonik telah mengalami perubahan seiring dengan ketatnya persaingan yang ada. Pada akhirnya, karya tulis ini akan membahas pengembangan produk Pocari Sweat di tengah persaingan yang ada, secara khusus dipandang dari konsep manajemen pemasaran.
Analisis Situasi

Current Position
Saat ini terdapat sejumlah pemain untuk kategori produk minuman isotonik. Berdasarkan data dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan/ BPOM, terdapat 83 produk minuman isotonik yang terdaftar di BPOM dengan sekitar 31 merek. Kemudian dari merek-merek tersebut dapat dipersempit kembali menjadi lima besar merek-merek top di pasar minuman isotonik Indonesia.
Pengukuran terhadap kekuatan merek atau Top Brand Index (TBI) tersebut berdasarkan hasil survei dari Frontier Consulting Group. Pengukuran ini menggunakan tiga parameter, yaitu mind share, market share, dan commitment share. Mind share mengindikasikan kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk bersangkutan. Market share menunjukkan kekuatan merek di dalam pasar tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen. Commitment share menjelaskan kekuatan merek dalam mendorong konsumen untuk membeli merek terkait di masa mendatang.



Berdasarkan hasil survei diatas, maka dapat dilihat bahwa saat ini di pasar minuman isotonik masih dipimpin oleh Pocari Sweat (53.4%) dengan pertumbuhan penjualan selama dalam tiga tahun terkahri (2006 hingga 2008) berhasil melampaui rata-rata industrinya yaitu sekitar 30 – 40 %. Dengan kondisi tersebut, Pocari Sweat saat ini berada di posisi market leader dengan market share sekitar 50%.

Market Summary
Secara umum, minuman isotonik termasuk dalam industri makanan dan minuman, dimana sejak tahun 2002 industri ini selalu tumbuh dengan dua digit selain itu, di kala krisis global industri ini pun tetap mengalami pertumbuhan (14,9%). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan industri makanan dan minuman berturut-turut: 13,5% (2004); 20,1% (2005); 31% (2006); 17,5% (2007); dan 14,9% (2008), dengan total nilai pasar sekitar Rp 500 T.
Pasar minuman isotonik tergolong kategori baru dengan nilai pasar sekitar Rp 1,5 T, sehingga terdapat cukup banyak potensi yang dapat digarap di dalamnya. Kemudian, ditambah pula dengan potensi pasar Indonesia yang besar yaitu sekitar 239 juta penduduk. Oleh karena itu, secara keseluruhan pasar dari minuman isotonik dapat dikatakan menjanjikan.



Competition
Adapun pemetaan dari lima merek top di Indonesia dalam pasar minuman isotonik Berdasarkan tabel dibawah, dapat dirumuskan persaingan di pasar minuman isotonik ditinjau dari konsep marketing mix (Produk, Harga, Promosi, dan Distribusi). Minuman isotonik merupakan produk yang tergolong baru di dalam industri minuman kesehatan dimana Pocari Sweat sendiri merupakan pelopor dari minuman isotonik di Indonesia dan hingga kini masih sebagai pemimpin pasar. Akan tetapi meski begitu, penting bagi Pocari Sweat untuk tetap mengawasi pergerakkan para pesaing. Oleh karena dalam industri ini peluang masih terbuka lebar, dimana permintaan terus tumbuh. Pada kenyataannya, sampai sejauh ini dari sisi produk, para pemain minuman isotonik tidak menawarkan manfaat yang bervariasi, secara umum manfaat sebatas pengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas. Variasi yang ada sejauh ini bersifat incremental, misalnya penambahan vitamin, rasa, dan kemasan.



Selain itu, dari sisi harga, pesaing yang ada kebanyakan menyerbu pasar minuman isotonik dengan harga yang relatif lebih murah dibanding Pocari Sweat. Kompetisi di segmen menengah ke bawah ini, untuk saat ini belum dirambah sepenuhnya oleh Pocari Sweat. Hal tersebut terkait dengan keputusan strategis yang diambil oleh manajemen bahwa Pocari Sweat tidak bersaing dari segi harga namun dari segi nilai dan manfaat produk. Akan tetapi, dalam rangka untuk tetap mengimbangi minuman isotonik merek lain yang harganya lebih murah, Pocari Sweat ukuran botol telah diluncurkan ke pasar dan diperkirakan produksinya akan bertambah.
Dari sisi promosi, Pocari Sweat menetapkan strategi komunikasi pemasaran yang bersifat edukatif, mengandalkan transfer product knowledge pada konsumen. Hal inilah yang masih memegang kunci dalam komunikasi pemasaran dari Pocari Sweat, yang juga memiliki keunggulan dibanding para pesaing karena kegiatan ini telah lebih dulu dilakukan Pocari Sweat dengan posisinya sebagai pelopor.
Sementara itu, media iklan-lah yang menjadi semacam medan pertempuran dari pemain minuman isotonik di Indonesia. Hal ini terkait dengan strategi untuk meningkatkan brand awareness dari konsumen terhadap merek lain selain Pocari Sweat. Secara kasat mata melalui media iklan ini, dapat dilihat bahwa dalam persaingan minuman isotonik terdapat perbedaan segmen masyarakat yang dituju oleh para pemain. Pocari Sweat lebih banyak memposisikan diri sebagai minuman olahraga dan minuman kesehatan untuk keluarga. Sedangkan, kebanyakan pesaing memposisikan diri sebagai minuman pemulih energi untuk kalangan muda yang sedang studi dan bekerja, disini jarang ditampilkan minuman isotonik sebagai minuman untuk keluarga.
Dari sisi distribusi, hampir semua pemain di pasar minuman isotonik menggunakan channel distribution modern dan tradisional. Dalam hal ini, terlihat kesamaan cara pandang untuk membentuk persepsi konsumen bahwa minuman isotonik sebagai minuman konsumsi sehari-hari dan bukan minuman yang bersifat ocassional. Di tengah persaingan yang kompetitif inilah, Pocari Sweat yang telah membangun jalur distribusi sejak tahun 1990-an harus menghadapi para pesaing yang memanfaatkan jalur distribusi mereka dari produk lain (diluar minuman isotonik) yang telah ada (mis: Aqua-Danone dengan Mizone, Mayora dengan Vitazone, dll)
Marketing Strategy
Target Market
Target pasar yang dituju oleh Pocari Sweat terbagi dalam dua segmen inti yaitu:
• Kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivitas yang dinamis dan memiliki kepedulian akan kesehatan dan penampilan. Ini terlihat dari komunikasi pemasaran yang menampilkan talent yang masih berusia muda dan berprestasi di bidang olahraga dan entertainment.
• Keluarga, khususnya membidik keluarga dari pasangan muda yang cenderung terbuka dengan berbagai produk kesehatan di luar herbal. Ini terlihat dari kemasan produk family ukuran 1L dan 2L. Dalam komunikasi pemasarannya, pasar dididik untuk menyadari bahwa dalam aktivitas sehari-hari mengkonsumsi air putih saja tidaklah cukup.

Positioning
Positioning dari Pocari Sweat sejauh ini adalah minuman pengganti cairan tubuh dan mineral yang hilang selama beraktivitas. Hal ini cenderung memiliki kesamaan dengan manfaat yang ditawarkan oleh merek lainnya. Akan tetapi, secara lebih spesifik positioning dari Pocari Sweat dapat dijumpai dalam tagline berikut ini:
• “Minuman isotonik guna menggantikan cairan tubuh yang hilang setiap harinya”. Penggalan kalimat yang hilang setiap harinya member penegasan bahwa Pocari Sweat penting untuk diminum setiap hari meski tidak disertai dengan aktivitas yang berat.
• Minuman isotonik yang sesuai untuk kegiatan-kegiatan olahraga, terlihat dari penggunaan talent olahragawan di media iklan dan keikutsertaan dalam kompetisi-kompetisi olahraga.

Daftar Referensi

Balai Pengawasan Obat dan Makanan, http://www.pom.go.id
Bintar, Nurur R. 19 Agustus 2008. “Pertaruhan Brand Arsitektur”. Majalah Mix online (http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=161)

Hidayat, Taufik. 8 Desember 2005. “Ramai-ramai Mengepung Pocari Sweat”. Majalah SWA online (http://www.swa.co.id/swamajalah/praktik/details.php?cid=1&id=3620)
Palupi, Dyah Hasto. 19 Februari 2009. “Pertarungan Elegan Merebut 500 T”. Majalah SWA online (http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=8804)
Suryadi, Dede. 19 Februari 2009. “Minuman Isotonik: Berguguran di Tengah Jalan”. Majalah SWA online (http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=8800&pageNum=1)
“Pabrik Pocari Sweat Pasuruan Selesai Kuartal IV-2009”. 2009. http://www.sinarharapan.co.id/berita/browse/2/read/pabrik-pocari-sweat-pasuruan-selesai-kuartal-iv-2009/
“Pocari Sweat Masih Nomor Satu”. 2007. http://marsnewsletter.wordpress.com/2007/12/06/pocari-sweat-masih-nomor-satu/

“Strategi Pemasaran Mizone dengan Marketing Mix”. 2009. http://haryadhaagustian.wordpress.com/2009/05/17/strategi-pemasaran-minuman-isotonik-mizone/

“Top Brand Index”. 2007. http://www.handiirawan.com/articles/archives/2007/06/08/top_brand_index/

http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=18&submit.y=10&submit=prev&page=5&qual=high&submitval=prev&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Feman%2F2007%2Fjiunkpe-ns-s1-2007-31402213-5106-lsport-chapter4.pdf
http://www.aio.co.id/index.php/company

Kamis, 01 April 2010

MENELISIK MINUMAN ISOTONIK

MENELISIK MINUMAN ISOTONIK
Posted by fadliwdt Published in Kesehatan, Artikel 'n Tips
MENELISIK MINUMAN ISOTONIK
Bolehkah diminum setiap saat?
Apa beda air mineral atau air putih dengan minuman isotonik? Jawabannya, minuman isotonik mengandung berbagai mineral yang diperlukan tubuh. Sebut saja natrium, kalium, kalsium, magnesium, karbohidrat, vitamin dan sebagainya. Tak cuma itu. Ada khasiat yang paling khas dari minuman ini, yakni dapat segera mengganti cairan tubuh yang hilang. Atau dalam bahasa kerennya, mengganti ion atau elektrolit tubuh.
Namun beberapa waktu lalu, Komite Masyarakat Antibahan Pengawet (Kombet) mengungkap hasil risetnya terhadap 28 minuman dalam kemasan. Yang paling banyak diteliti adalah minuman isotonik. “Ternyata sebagian besar minuman jenis itu mengandung bahan penga-wet,” kata Ketua Kombet, Nova Kurniawan. Sampel diambil secara acak untuk selanjutnya diuji secara laboratorium. Penelitian yang disupervisi Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Jakarta ini dilakukan di 3 laboratorium, yakni Sucofindo Jakarta, M-Brio Bogor, dan Bio-Formaka Bogor. (lihat boks)
MASIH DI AMBANG BATAS
Pengawet merupakan bahan yang ditambahkan untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan minuman atau makanan. Dengan penambahan pengawet tersebut, produk minuman diharapkan dapat terpelihara kesegarannya. Akan tetapi penggunaannya tentu harus mengikuti takaran yang dibenarkan. Lantaran itu masyarakat perlu memahami label yang tertera pada kemasan. “Sayangnya, pada label kemasan produk banyak tidak dicantumkan atau dijelaskan tentang komposisi bahan pengawet yang digunakan. Kalaupun dicantumkan, pen-jelasan biasanya ditulis dengan huruf yang sangat kecil sehingga sulit dibaca atau menggunakan bahasa asing sehingga tak mudah dipahami konsumen.”
Ada 3 kelompok produk yang beredar di pasaran. Per-ta-ma, produk yang tidak menggunakan bahan pengawet. Kedua, produk yang menggunakan bahan pengawet dan mencantumkannya pada label. Ketiga, menggunakan bahan pengawet tapi tak mencantumkan pada kemasan. Padahal pencantuman komposisi kandungan bahan pada kemasan produk amatlah penting untuk diketahui.
BOLEH TIAP HARI?
Menurut Nova, meski kandungan bahan pengawet ter-sebut umumnya tidak terlalu besar, akan tetapi jika dikon-sumsi secara terus-menerus tentu akan berakumulasi dan menimbulkan efek terhadap kesehatan. Konon penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit Lupus (Systemic Lupus Eritematosus/SLE). Namun, memang tidak ada patokan berapa lamakah itu. Dampak lain dari bahan pengawet minuman dalam kemasan adalah kanker. Dalam sebuah literatur disebutkan bahwa bila dikonsumsi secara berlebihan, dapat timbul efek samping berupa edema (bengkak) yang dapat terjadi karena retensi atau tertahannya cairan di dalam tubuh. Bisa juga naiknya tekanan darah sebagai akibat bertam-bahnya volume plasma lantaran pengikatan air oleh natrium.
Meski begitu, jika cuma mengonsumsinya sesekali, maka tak perlu kelewat khawatir. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun telah melakukan penelitian serupa dan hasilnya menunjukkan bahan pengawet yang digunakan masih di bawah ambang batas ketentuan Departemen Kesehatan. Menurut Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan POM, Sukiman Said Umar, berdasarkan nilai Acceptable Daily In-take (ADI), natrium benzoat memiliki ambang batas 600 miligram per liter. Hal ini memang berbeda dari hasil riset Kombet yang menyebutkan angka 117-433 miligram per liter. Nah Anda pilih berpatokan pada yang mana? Sebaiknya, sih, yang paling aman.
Adapun ambang batas kalium sorbat yaitu 25 miligram per kilogram berat badan. Jadi, bila berat badan anak 20 kg, dan ia minum 500 mg kalium sorbat melalui dua botol minuman isotonik, berdasarkan kajian risiko yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hal itu dianggap tidak membahayakan.
BANYAK KHASIAT?
Cairan tubuh berperan penting dalam metabolisme, di antaranya mengangkut dan menyerap zat-zat gizi di dalam darah, membantu proses pencernaan dan menjaga suhu tubuh. Mengingat fungsinya, jangan heran bila tubuh manusia membutuhkan cairan setiap hari untuk mengganti cairan yang keluar melalui pernapasan, keringat, dan urine. Jika cairan yang keluar tidak segera digan-tikan, lama-kelamaan tubuh dapat mengalami dehidrasi. Gejala yang muncul antara lain badan lemas, mata berkunang-kunang hingga konsentrasi menurun. Aktivitas fisik yang terlampau berat juga bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan yang ditandai dengan gejala mual, lelah, nyeri kepala, muntah, bahkan kejang otot.
Minuman isotonik dipercaya bukan hanya mampu menggantikan cairan tubuh. Minuman ini juga konon dapat menyembuhkan demam berdarah dan tifus. Apa benar begitu? Sebenarnya, minuman ini hanya membantu mempercepat proses pemulihan penderita. Bila si pasien rajin mengonsumsi minuman isotonik, maka cairan tubuhnya yang hilang akan tergantikan secara efektif. Minuman ini juga baik dikonsumsi saat mengalami dehidrasi atau diare. Boleh dibilang fungsinya serupa dengan oralit. Tak cuma itu. Minuman isotonik juga dinilai mujarab dalam proses penyembuhan sariawan.
Meski begitu, bila dikonsumsi dalam kondisi sedang tidak melakukan aktivitas fisik berat yang sampai mengeluarkan banyak keringat, kandungan ion di dalam minuman ini tak memberikan efek positif. Pasalnya, dalam keadaan normal atau segar bugar, tubuh tak membutuhkan zat-zat elektrolit tersebut. Akhirnya, kandungan mineral minuman jenis ini tak terman-faatkan.
Sekadar ilustrasi, dalam bidang farmasi, cairan isotonik umumnya digunakan untuk membuat larutan infus atau obat suntik. Larutan isotonik dapat dibuat dengan menambahkan garam sampai kepekatan larutan mencapai sekitar 0,9%. Disebut juga larutan garam fisiologis. Nah, larutan ini mengandung elektrolit yang diperlukan tubuh sebagai pengganti elektrolit yang hilang. Penggunaannya dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah, bukan diminum agar larutan cepat diserap tubuh.
Disebut isotonik karena keseim-bangan kepekatan larutan yang masuk sama dengan kepekatan cairan darah. Mengapa harus seperti itu? Karena bila lebih encer, sel-sel darah malah bakal membengkak. Sebaliknya, bila kepekatan larutan yang masuk lebih tinggi, sel-sel darah akan mengerut.
Yang jadi masalah, perkara ilmiah tersebut menjadi “kabur” di kalangan awam. Banyak yang menganggap, dengan mengonsumsi minuman isotonik, seolah-olah penyerapannya dapat berlangsung lebih cepat dibanding mengonsumsi air bening/putih. Alasannya, air bening akan disimpan lebih dulu di lambung, sedangkan minuman isotonik langsung menyebar ke seluruh tubuh. Padahal sebenarnya semua cairan yang masuk melalui mulut tidak bisa langsung masuk ke sel darah, melainkan lebih dulu masuk ke lambung. Kesimpulannya, kecepatan peresapan minuman isotonik dan air putih ya sama saja.
ZAT PENGAWET YANG DIBOLEHKAN
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, M.S, M.Kes, SpFK, mengatakan, ada beberapa bahan pengawet yang memang diperbolehkan untuk makanan dan minuman yang diperkenankan badan dunia. Hal ini ditetapkan dalam Kepmenkes (Keputusan Menteri Kesehatan). “Tentunya Menteri Kesehatan membuat suatu keputusan bukan begitu saja. Karena di dunia ada komite yang terdiri dari pakar dari WHO, FAO dan perwakilan dari 185 negara yang menetapkan bahan-bahan tambahan apa yang boleh ditambahkan dalam makanan dan minuman dalam jumlah yang telah ditentukan. Termasuk pemanis, pengawet, pengempal, dan sebagainya.”
Menurut Akib, pengawet yang digunakan pada minuman ringan yang banyak diberitakan (natrium benzoat dan kalium sorbat) adalah bahan pengawet yang diperbolehkan penggunaannya dalam makanan. Tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga oleh negara lain. “Produk-produk Mizone, Zetporto, Mogu-mogu, Jungle Juice dan Zesttea adalah produk-produk yang kandungan isinya tidak berbahaya karena mengandung bahan pengawet yang diperbolehkan/diizinkan. Kami melakukan penarikan terhadap produk-produk tersebut karena melanggar ketentuan pelabelan. Jadi, bukan karena isinya mengandung bahan berbahaya.”
Senada dengan Akib, Didi Nugrahadi, Marketing Director PT Tirta Investama menjelaskan, bahan pengawet kalium sorbat dan natrium benzoat aman digunakan dalam produk makanan dan minuman. Demikian persetujuan BPOM dan badan-badan otoritas internasional dalam keamanan pangan seperti FDA (Badan Administrasi Pangan dan Obat di Amerika Serikat), EU (Uni Eropa), FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian), WHO (Badan Kesehatan Dunia), serta CODEX (badan standarisasi pangan internasional).
“Persetujuan ini telah melalui pengujian ekstensif yang membuktikan bahwa kedua bahan pengawet tersebut aman untuk kesehatan yang diatur dalam Permenkes No.722/Menkes/IX/88. Kedua bahan tersebut telah digunakan secara luas dalam berbagai produk makanan dan minuman di Indonesia maupun di mancanegara, sejak lebih dari 50 tahun lalu,” papar Didi.
Menurut Didi, pernyataan yang mengklaim bahwa kalium sorbat dan natrium benzoat berbahaya dan menyebabkan penyakit Lupus adalah sama sekali tidak benar, tidak bertanggung jawab dan tidak didukung oleh bukti-bukti ilmiah. “Demikian pula mengenai berita akan adanya penarikan produk Mizone dikarenakan produknya berbahaya adalah tidak benar. Mizone sudah mendapatkan persetujuan BPOM serta aman untuk dikonsumsi. Masyarakat dapat tetap mengkonsumsi Mizone seperti biasa,” tambah Didi.
SEKILAS TENTANG BAHAN PENGAWET
Bahan pengawet pada makanan dan minuman berfungsi menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan, menghindarkan oksidasi makanan sekaligus menjaga nutrisi makanan. Natrium Benzoat dikenal juga dengan nama Sodium Benzoat atau Soda Benzoat. Bahan pengawet ini merupakan garam asam Sodium Benzoic, yaitu lemak tidak jenuh ganda yang telah disetujui penggunaannya oleh FDAdan telah digunakan oleh para produsen makanan dan minuman selama lebih dari 80 tahun untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme (jamur).
Menurut sebuah studi WHO, Sodium Benzoat adalah bahan pengawet yang digunakan untuk makanan dan minuman serta sangat cocok untuk jus buah maupun minuman ringan. Sodium Benzoat banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti jus buah, kecap, margarin, mentega, minuman ringan, mustard, sambal, saus salad, saus tomat, selai, sirop buah, dan lainnya. Sodium Benzoat secara alami terdapat pada apel, cengkeh, cranberry (sejenis buah berry yang digunakan untuk membuat agar-agar dan saus), kayu manis, prem (yang dikeringkan) dan lain-lain.
International Programme on Chemical Safety tidak menemukan adanya dampak terhadap kesehatan manusia dengan dosis sebesar 647-825 mg/kg berat badan per hari. Degradasi Sodium Benzoat (yang dihasilkan dalam tubuh dari garam sodium) telah dipelajari secara detail dan menunjukkan bahwa bahan-bahan ini tidak berbahaya. Sekitar 75-80% dikeluarkan dalam jangka waktu 6 jam dan seluruh dosis akan dikeluarkan dari dalam tubuh dalam jangka waktu sekitar 10 jam. Batasan yang ditentukan untuk Sodium Benzoat dalam makanan bukan karena sifat racunnya, melainkan karena jumlahnya melebihi 0.1%, bahan ini dapat meninggalkan rasa tertentu di mulut.
Sementara Kalium Sorbat dikenal juga dengan nama Potassium Sorbat. Potassium sorbat adalah garam potassium dari asam sorbic yang digunakan untuk menghentikan bertumbuhnya jamur. Potassium Sorbat banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti air soda, ikan asap, ikan asin, jus buah, keju, kue, margarin, mentega, minuman anggur, minuman ringan, produk buah-buahan yang difermentasi, roti, saos selada, susu, yoghurt, dan lainnya. Potassium Sorbat mempertahankan kualitas makanan dan minuman.
HASIL RISET
Hasil riset Sucofindo Jakarta (17-20 November 2006):
Produk yang mengandung pengawet natrium benzoat:
1. Zporto (376,17 mg/l)
2. Freez Mix (267,84 mg/l)
3. Arinda Sweat (286,08 mg/l)
4. Zhuka Sweat (214,15 mg/l)
5. Kino Sweat (260,86 mg/l)
6. Amazone (433,30 mg/l)
7. Boyzone (280,41 mg/l)
8. Amico Sweat (289,93 mg/l)
9. Pokap (263,39 mg/l).
Produk yang mengandung kalium sorbat:
1. Zegar (95,37 mg/l).
Produk yang mengandung natrium benzoat dan kalium sorbat:
2. Mizone (107,28 mg/l dan 91,20 mg/l).
Berikut hasil riset M-Brio Bogor yang dikeluarkan 3 November 2006:
Produk yang mengandung kalium sorbat:
1. Mizone (Orange Lime) (113 mg/l)
2. Zegar (116 mg/l)
Produk yang mengandung natrium benzoat:
1. Freez Mix 120 mg/l.
2. Arinda Sweat (119 mg/l)
3. Zhuka Sweat (117 mg/l)
4. Kino Sweat (122 mg/l)
5. Amazon (118 mg/l)
7. Boyzone (123 mg/l)
8.V-Zone (120 mg/l)
9. Americo Sweat (121 mg/l)
10. Pokap (123 mg/l).
Laporan dari Bio Farmaka Research Center IPB Bogor:
Produk yang mengandung natrium benzoat dan kalium sorbat:
Mizone (Passian Fruit dan Orange Lime) dan Jungle Jus.
Produk yang tak mengandung natrium benzoat dan kalium sorbat:
Vitazone, Pocari Sweat, Rezza Sportion, Nu Apple EC dan Jus AFI
Di ambil dari : http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1823564-dibalik-minuman-isotonik/

Analisis Persaingan 5 Kekuatan M-Porter Pada Pocari sweat

Analisis Persaingan 5 Kekuatan M-Porter Pada Pocari sweat
Analisis dan strategi 5 Kekuatan persaingan dengan model M-Porter :
1. Subtitutis :
Di lihat dari setiap industri pasti ada suatu barang pengganti yang dapat menjadi pilihan bagi konsumen. Dari persaingan yang ada dalam dunia bisnis ini subtitutis menjadi ancaman bagi pocari sweat dalam menjalankan usahanya.
2. Pemasok :
Dalam hal pemasok ini persaingan dilihat dari pengiriman dan pemenuhan pemasok kepada setiap pemasok untuk dikrimkan ke disribusi. jadi, jika dilihat dari setiap permasalahan yang terjadi maka faktor penawaran yang lebih baik jadi penentu distribusi cepat tidaknya perusahaan.
3. Pembeli :
Banyak faktor yang satu ini, mempenagruhi setiap pemasaran. Karena, Pembeli merupakan pihak yang harus dipenuhi kebutuhannya. Meskipun seperti itu, palayanan yang dapat memenuhi keinginan pembeli itu dapat mempengauruhi setiap pemasaran dan dapat menjaga konsumen supaya tidak lari ke produk lain.
4. Pendatang baru potensial :
Dari setiap usaha pasti akan ada yang namanya persaingan. Tetapi, jika disiasati dengan baik dan terencana maka kta dapat mempertahankan pangsa pasar kita terhadap usaha tersebut. jika ada pendatang baru yang lebih potensial dibandingkan dengan apa yang kita tawarkan, maka kita harus lebih meningkatkan setiap fasilitas yang kita punya atau pun melakukan riset yang akan membuat kita menyamai apa yang ditawarkan oleh pendatang baru tersebut.
5. Persaingan antar penjual dalam satu indutri :
Dalam hal ini kita harus mengutamakan kekuatan yang sudah kita bangun dipasaran air mineral ini. jika kita mampu melindungi dengan kekuatan yang sudah kita miliki baru dilakukan dengan mempertahankan Brand nama perusahaan untuk menarik minat konsumen atau pembeli dalam mempercayai produk air mineral perusahaan kami.

Selasa, 23 Maret 2010

TANGGUL BOGOR JEBOL, BEKASI TERANCAM BANJIR

TANGGUL BOGOR JEBOL, BEKASI TERANCAM BANJIR

Jumat, 12 Februari 2010

Bekasi, dobeldobel.com

Berdasarkan pengamatan di wilayah Cipinang Bali, pada sebuah persimpangan kalimalang dengan Kali Sunter di wilayah Pintu Air dekat kampus Akpindo, tampaknya debit air meningkat. Liputan gambar membuktikan hal tersebut. Lalu apakah tindakan yang akan diambil oleh pemerintah melalui dinas terkait dalam penanganan antisipasi banjir?

Sepertinya fungsi dari proyek BKT yang masih sedang dalam pengerjaan akan segera dijadikan alternatif untuk pengalihan arus luapan air dari jebolnya tanggul di Bogor. Tanggul Kali Angke Lima Curug, Sawangan Depok Jawa Barat ini memang telah menyisakan banyak korban, akankah hal ini berdampak merugikan bagi warga Jakarta maupun Bekasi?

Berikut cuplikan dari beberapa tulisan terkait.

Liputan6.com, Depok: Tanggul Kali Angke Lima di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/2) sore, jebol akibat banjir kiriman dari Bogor. Jembatan pun putus. Puluhan hektare tanaman padi juga rusak diterjang banjir. Meski tanggul yang jebol itu mulai diperbaiki, namun warga tidak dapat melintasi jalan karena jembatan belum berfungsi. Warga setempat berharap Pemerintah Kota Depok segera memperbaiki tanggul yang jebol, mengingat jalan di atas tanggul adalah penghubung antarkampung dan berikut ini pula berita terkait dengan jebolnya tanggul air di daerah Bekasi

BEKASI--MI: Derasnya arus dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi yang masuk ke Kali Bekasi mengakibatkan tanggul sepanjang 20 meter di perumahan Pondok Mitra Lestari Jati Asih Bekasi jebol hingga menjadikan warga perumahan tersebut khawatir rumah mereka digenangi air. "Kita berharap pemerintah kota secepatnya memperbaiki tanggul tersebut karena tengah musim hujan dan permukaan air Kali Bekasi seringkali melebihi tinggi badan saat hujan deras di hulunya," ujar Syofyan, warga Rw 13 Komplek perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Rabu (10/2). Kini di sekitar tanggul yang ambrol terlihat lima buah tiang berjejer berdiri diatas permukaan sungai. Beberapa runtuhan tanggul terlihat menutupi permukaan air sungai yang kini kembali surut. Pada Rabu dinihari permukaan air cukup tinggi akibat hujan deras di daerah Bogor. Permukaan air telah mencapai bibir jalan namun karena air mengalir deras ke laut, maka air sungai tidak sampai mengakibatkan banjir.





Hana,50, warga setempat mengatakan, jebolnya tanggul membuat dirinya khawatir, karena air permukaan sungai akan langsung meluber ke komplek dari tanggul yang jebol itu bila hujan deras turun di Bogor. "Kalau hujan di Kota Bekasi tidak sampai mengakibatkan kompleks ini banjir. Biasanya yang kita khawatirkan adalah banjir kiriman yang datang tidak menentu tanpa disertai hujan," ujarnya. Kepala Bidang Tata Air Dinas Bina Marga dan Tat Air Kota Bekasi, Yurizal, mengatakan, telah melakukan antisipasi terhadap jebolnya tanggul kali Bekasi tersebut dengan memasang karung pasir. Ia mengatakan, pada Selasa malam aparat Tata Air telah mendatangkan pekerja untuk membuat tanggul pengamanan sementara dengan memasukkan pasir kedalam karung dan menyusunnya lima karung keatas berjejer setebal empat karung. "Secepatnya lokasi itu akan kita pasang bronjong yang diisi batu kali. Bronjong bisa menahan derasnya air Kali Bekasi dan kita juga mendapat bantuan dari Provinsi Jawa Barat untuk penanggulangannya," katanya. Menurut Yusrizal, pada Juni 2010 nanti di lokasi tersebut akan dibangun sepanjang 100 meter lagi tanggul untuk penguatan tebing kali Bekasi.

"Bila penguatan tebing kali Bekasi terealisasi, tebing kali Bekasi di lokasi itu tidak akan longsor lagi," kata Yurizal. Di lokasi kini juga terlihat kawat-kawat serta batu-batu gunung yang sudah dipecah berukuran besar untuk dijadikan bronjong namun belum terlihat adanya kegiatan pemasangannya. Setiap kali musim penghujan tiba sebagian besar komplek perumahan di Kota Bekasi yang berada di sisi selatan tol Jakarta-Cikampek selalu kebanjiran, seperti komplek perumahan Kemang Ifi, komplek perumahan Pondok Hijau Permai (PHP), Pondokgede Permai, Jatiasih Permai, perumahan Jati Mulya dan sejumlah komplek perumahan lainnya.

Ratusan hektar sawah di Kampung Cideurum, Desa Ciherangpondok, Kecamatan Caringin yang tinggal sebulan lagi dipanen terancam gagal. Pasalnya, kurang pasokan air akibat jebolnya saluran irigasi di desa setempat setelah hujan yang mengguyur selama empat hari terakhir.“Irigasi itu jebol Selasa petang, agar air bisa mengalir, warga bergotong royong membuat saluran sementara dengan memanfaatkan gentong di sepanjang irigasi yang jebol,” ujar Hasan, petani setempat, Rabu. Katanya, irigasi itu satu satunya saluran air yang mengairi lahan pesawahan yang digarap sekitar 170-an petani. “Jika tidak cepat diperbaiki, pasokan air mulai berkurang, kami khawatir bulan depan panen akan gagal,” keluhnya.
Safrudin Jepri,Kepala Desa Ciherang Pondok yang mengaku sudah ke lokasi jebolnya irigasi mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke kecamatan dan mendesak segera diperbaiki sebagai antisipasi agar petani berhasil panen. “Sejak Rabu pagi puluhan warga mendatangi kantor desa dan minta segera diperbaiki karena bukan hanya petani yang dirugikan, tapi puluhan tempat ibadah yang mengadalkan air dari irigasi ini juga kesulitan air,” jelasnya.
Kepala UPT Pengairan Ciawi, Caringin dan Cigombong Eman Sulaeman mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan irigasi tersebut dalam bantuan perbaikan bencana alam, mengingat daerah irigasi tersebut sangat dibutuhkan oleh warga dan petani setempat.

“Irigasi sepanjang 200 meter berada di atas tebingan,sehingga mudah terkena longsor,” katanya. (iwan/dms). Liputan6.com, Bogor: Tanggul Sungai Cigede di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor Jawa Barat, jebol, Jumat (12/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Ribuan warga panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hujan deras yang mengguyur Bogor selama dua jam menyebabkan air sungai meluap sehingga tanggul tak kuat menahan air. Pantauan SCTV di Desa Leuwinutug, yang merupakan daerah di bantaran Sungai Cigede, ketinggian air di rumah-rumah mencapai 1,5 hingga dua meter.

Selain itu, ada empat Kecamatan lain yang terbenam yakni Cisarua-Puncak, Karang Tengah, Babakan Madang, dan Sukaraja.Sementara itu, debit air di Pintu Air Katulampa juga naik. Statusnya kini menjadi siaga empat.

(Diposkan oleh www.dobeldobel.co.cc di 10:54 Label: Lingkungan )

Minggu, 07 Maret 2010

Kuat dan Lemahnya Perusahaan Pocari Sweat



TINGKATKAN PRODUKSI
AIO sedang menginvestasikan lagi dana US$ 2 juta untuk menambah kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik baru sehingga nantinya kapasitas produksi mencapai 28 juta kaleng per bulan dengan jumlah pekerja bisa meningkat menjadi 170-180 orang.
Pembangunan pabrik yang lokasinya berada disamping pabrik lama ini memang bertujuan memenuhi target perusahaan yang menghendaki pasar Indonesia bisa menyerap 150 juta kaleng sampai akhir tahun ini. Pada tahun 2004, AIO telah berhasil memasarkan 103 juta kaleng dan pada tahun 2006 menargetkan setiap orang Indonesia mengkonsumsi satu kaleng Pocari Sweat per tahun sehingga penjualan akan mencapai 230 juta kaleng.
“AIO sebenarnya mengalami kerugian selama lebih dari 10 tahun dan mulai tahun 2002 baru memperoleh keuntungan,” kata Yoshihiro yang sudah cukup lancar berbahasa Indonesia setelah 5 tahun tinggal di Indonesia. Tetapi untuk menutup kerugian ini AIO mengekspor minuman Pocari ke negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. “Lonjakan penjualan tertinggi terutama terjadi pada masa krisis karena melemahnya mata uang rupiah menyebabkan harga minuman ini terlampau murah sehingga banyak importir ilegal yang mendatangkan produk ini ke negaranya,” ujar Yoshihiro.
Sejak tahun 2002 AIO hanya memasarkan minuman Pocari di Indonesia tetapi kebijakan ini akan diubah. Hal ini untuk menghapus kesan bahwa produk yang dihasilkan di Indonesia kurang berkualitas.
“Dalam waktu dekat kami akan menghapus label yang menyatakan produk minuman ini hanya dijual di Indonesia, ini sejalan dengan kebijakan perusahaan Otsuka di Jepang,” ujarnya.




Kebijakan ini untuk menekankan pada konsumen bahwa seluruh produk minuman Pocari memiliki standarisasi di semua negara. Strategi pemasaran dengan memberikan edukasi yang konsisten sangat penting bagi para konsumen.
Sebagian besar produk AIO untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, namun dengan peningkatan kapasitas produksi sebesar 28 juta kaleng per tahun maka Indonesia akan dijadikan pusat bagi distribusi produk minuman ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
AIO sendiri juga menjajaki pengembangan merek-merek baru mengingat di Jepang Otsuka memiliki banyak merek yang bisa diperkenalkan ke pasar Indonesia. “Jika nanti penjualan Pocari Sweat sudah mencapai 230 juta per tahun kami akan mulai melakukan ekspansi pasar dengan memperkenalkan produk-produk baru,” tandasnya.

MINUMAN ISOTONIK

Pada tahun 2004 pernjualan minuman Pocari Sweat meningkat pesat hal ini terkait dengan banyak kasus penyakit demam berdarah yang melanda Indonesia. Banyak dokter yang menganjurkan minum Pocari Sweat sebagai pengganti cairan tubuh yang telah hilang. Sebenarnya minuman isotonik tidak saja diperlukan oleh orang yang sedang sakit tetapi tubuh manusia sehabis melakukan aktivitas selama 24 jam pasti ada cairan tubuh berkurang dan ini bisa digantikan dengan minum minuman yang mengandung isotonik.
Edukasi pentingnya hidup sehat ini terus menerus dilakukan oleh AIO sebagai bagian dari strategi pemasaran agar produk-produnya semakin dikenal dan diterima masyarakat baik melalui promosi di berbagai media massa, seminar maupun melakukan kegiatan sponsor. Edukasi melalui medical channel juga telah ditempuh dengan bantuan para dokter yang memberi edukasi pada masyarakat bahwa sehabis aktivitas manusia kehilangan cairan tubuh.



Namun mulai tahun 1991, Perusahaan Otsuka Pharmaceutical, sebuah perusahaan farmasi di Jepang yang menjadi produsen minuman Pocari memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia dengan nilai investasi awal US$ 6 juta. Otsuka Pharmaceutical di Indonesia memiliki enam anak perusahaan dan salah satunya yakni PT Amerta Indah Otsuka (AIO) sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis minuman kesehatan dengan merek Pocari Sweat.
Pada tahun 1991, AIO mendirikan pabrik di Lawang (Malang, Jawa Timur) yang memproduksi minuman Pocari. Pada waktu itu pabrik memiliki kapasitas produksi 7 juta kaleng per bulan.
Pabrik di Lawang beroperasi selama 13 tahun (1991- 2004), pada bulan Januari 2004 diputuskan memindahkan pabrik ke Sukabumi. Pertimbangannya untuk lebih menekan biaya produksi dan transportasi serta memberikan kemudahan penyediaan bahan baku. Pabrik penghasil minuman Pocari di Sukabumi saat ini telah mampu memproduksi 14 juta kaleng per bulan yang menyerap 150 pekerja.


Senin, 22 Februari 2010

profil perusahaan pt. AMERTA INDAH..produk pocari sweat

6 Strategies in PT.AMERTA INDAH
Menurut definisi strategi yang kita pelajari terdiri dari 3 langkah, yakni : option generation, option evaluation, dan option selection yang selanjutnya dapat menentukan suatu pilihan dalam perusahaan tersebut, sehingga dapat menentukan pilihan-pilihan yang tepat untuk diimplementasikan ke Perusahaan.

Saya akan membahas ke-6 e-business strategic decisions dengan mengambil salah satu Perusahaan yang memproduksi Pocari Sweat, PT. AMERTA INDAH.
PT. Amerta Indah Otsuka adalah bagian dari Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd., sebuah perusahaan farmasi yang terkenal di Jepang. PT Amerta Indah Otsuka menghasilkan produk-produk nutraceuticals unggulan yang dipasarkan dengan strategi pemasaran yang mengena dan jaringan distribusi yang kuat.

PT. Amerta Indah Otsuka mempunyai komitmen tinggi untuk mendukung penuh kesehatan masyarakat Indonesia dengan menghasilkan produk-produk inovatif yang menyumbangkan solusi bagi masalah yang berkaitan dengan kesehatan sehari-hari melalui sudut pandang yang unik dari pengembangan ilmu pengetahuan terkini. “Otsuka people creating new products for better health worldwide”. Salah satu produk unggulan PT Amerta Indah Otsuka adalah POCARI SWEAT yang dikenal sebagai minuman isotonik pengganti cairan tubuh. Pocari Sweat mulai memasuki pasar Indonesia tahun 1990. Pertama kali masuk ke Indonesia hanya 30.000 kaleng setahun itu juga didatangkan dari pabrik minuman Pocari Sweat di Korea Selatan.

Visi dari PT. Amerta Indah : Menjadi perusahaan yang brilliant, dengan memberi kontribusi yang signifikan dan terpercaya bagi konsumen serta masyarakat.

Misi dari PT. Amerta Indah: Mengembangkan dan mempertahankan karyawan yang berkualitas tinggi untuk menghasilkan product yang berkualitas tinggi, Menjadikan kebutuhan dan kesejahteraan konsumen dan masyarakat sebagai prioritas utama, Menangkap semua peluang disemua aspek secara cepat dan inovatif untuk kesejahteraan dan kepuasan konsumen serta perkembangan perusahaan, Mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan rekan bisnis, Menjadi perusahaan tepercaya

Nilai Perusahaan PT. Amerta Indah :
• Integritas : Mengembangkan dan mempertahankan etos dan suasana kerja yang jujur, adil dan terbuka untuk memperoleh karyawan yang berkomitmen kuat serta berkualitas tinggi
• Passion/semangat berapi-api : Memiliki semangat kerja yang tingi serta komitment yang kuat untuk mencapai hasil yang optimal dalam apapun yang dilakukan termasuk melakukan pengembangan diri untuk mencapai tujuan perusahaan
• Kerjasama : Mengembangkan dan mempertahankan komunikasi dan kerjasama yang baik diantara seluruh karyawan dengan saling menghargai dan melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk mencapai tujuan perusahaan
• Keingintahuan : Memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala informasi maupun perkembangan terutama yang berkaitan dengan bidang usaha perusahaan serta tanggung jawabnya
• Keberanian : Memiliki keberanian untuk melakukan ‘trial and error’ untuk membuat perbaikan dan inovasi
• Perbaikan dan Inovasi : Selalu mencoba untuk melakukan perbaikan dan inovasi dalam rangka menciptakan proses kerja yang efektif dan efisien maupun mengembangkan perusahaan
• Perubahan : Bersedia untuk menerima dan menciptakan segala perubahan yang dibutuhkan yang akan membawa perusahaan menjadi “brilliant company”.

Decision 1: E-Business channel priorities.
Dalam strategi e-bisnis adalah hal yang terpenting dalam channel di internetnya (sesuai dengan strategi yang ingin dicapai Perusahaan).

Strategi yang ada di PT. Amerta Indah bersifat Bricks and Mortar (informations only). Apabila kita melihat web dari Perusahaan ini hanya memberikan informasi mengenai produk-produk apa saja yang beredar di pasaran, informasi tentant Perusahaan, dan untuk PT.Amerta Indah ini berfokus pada kesehatan untuk consumernya. Sehingga berita atau rubrik mengenai kesehatanpun bisa kita peroleh di website ini. Bicara mengenai produk, produk dari Pocari Sweat juga beraneka ragam kemasannya. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan customer agar mudah mengkonsumsinya.

Decision 2: Organizational Restructuring and Capabilities.

Menurut data yang saya peroleh, kita mengetahui 4 jenis pendekatan operasional dari Perusahaan, dimana PT. Amerta Indah ini melakukan pendekatan dengan in house division (integration) PT Amerta Indah menjalin kerjasama yang baik dengan pihak distributor dalam memasarkan produknya.

Decision 3: Business, Service and Revenue Model.
Pada akhir tahun 2005, PT AIO mempunyai jalur distribusi sebanyak 48 di seluruh Indonesia dan taktik pemasaran nya dengan tidak segan-segan melakukan sistem jemput bola dengan sering mendatangi beragam acara yang tengah berlangsung. Perusahaan ini menggunakan system B2B dalam memasarkan produknya, dengan memasukkan produk ini ke retailer. Dan untuk B2C nya, pengadaan program-program yang audience nya sesuai dengan target market (olahraga, dan saat santai). Adapun pesan dari PT. AOI ini adalah pengganti cairan ion dalam tubuh yang hilang setelah beraktifitas. Menurut pendapat saya, revenue model dari PT.AIO dapat memanfaatkan web-nya untuk melakukan transaksi atau penjualan produksinya, dengan memberikan beberapa diskon tertentu untuk nominal pembelanjaan yang jumlahnya besar.

Decision 4: Marketplace Restructuring.
Do some innovation in the marketplace. Explore new options related to disintermediation and reintermediation. Untuk Perusahaan sebesar PT. AIO ini, alangkah baiknya apabila system e-commerce di web dipergunakan sebagaimana semestinya. Disintermediation, yaitu penawaran produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi masyarakat melalui jalur website. Reintermediation, yaitu menciptakan website baru untuk khusus menjalin kerjasame dengan para distributor.

Decision 5 : Market & Product development strategies.
Menurut pendapat saya, PT. Amerta Indah sudah menentukan market development strategies, dengan menciptakan SOYJOY, sejenis makanan ringan, yang terbuat dari tepung kedelai dipadukan dengan buah-buahan alami sehingga di dalamnya terkandung bahan penting seperti protein, isoflavone dan mineral untuk anak-anak, bahkan orang dewasa (new customer segments). Selain itu, bisa menerapkan product development strategies mengingat banyak variasi produk yang bisa dikonsumsi masyarakat. Dengan product development strategy, produk dapat dilihat secara online.

Decision 6: Positioning and Differentiation Strategies.
PT. Amerta Indah sangat mementingkan quality produk mereka, karena menyangkut kesehatan untuk masyarakat. Kualitas harga, produk, dan service dari produk PT. Amerta Indah sudah tidak perlu diragukan lagi, karena terlihat jelas dari visi,misi dan motto dari Perusahaan. Alangkah baiknya apabila PT. Amerta Indah mempromosikan produk bukan hanya berupa sponsor atau marketing penjualan di market, tetapi melakukan penjualan melalui online juga, disertai dengan informasi produk secara detail.

dikutip dari: http://ika-smile.blogspot.com/2008/12/6-strategies-in-ptamerta-indah.html